PERUBAHAN PERILAKU SETELAH PROMOSI KESEHATAN PADA BAYI

PERUBAHAN PERILAKU SETELAH PROMOSI KESEHATAN PADA BAYI

 

Disusun oleh : Rahma Windy Hapsari

S.08.370

Mahasiswi Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin

Diajukan sebagai tugas mata kuliah promosi kesehatan

 

Pengertian perubahan perilaku :

Intervensi atau upaya yang ditujukan kepada perilaku yang kondusif untuk kesehatan agar individu, kelompok dan masyarakat mempunyai perilaku yang positif terhadap pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan.

 

Dari aspek biologis perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme atau makhluk hidup yang bersangkutan. Skiner (1938) seorang psikologi merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Manusia sebagai makhluk hidup mempunyai bentangan kegiatan yang sangat luas sepanjang kegiatan yang dilakukannya.

 

Perilaku kesehatan secara garis besar dikelompokkan menajdi dua, yaitu:

  1. Perilaku yang sehat agar tetap sehat dan meningkat
  2. Perilaku orang yang sakit atau telah terkena masalah kessehatan untuk memperoleh penyembuhan atau pemecahan masalh kesehatannya.

 

Menurut Becker(1979), membedakan perilaku kesehatan menjadi tiga yaitu:

  1. Perilaku Sehat ( healthbehavior)

Perilaku sehat adalah perilaku-perilaku atau kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan upaya mempertahankan dan meningkatkan kesehatan, antara lain:

  1. Makan dengan menu seimbang ( appropriate diet)
  2. Kegiatan fiik secara teratur dan cukup
  3. Tidak merokok dan meminum minuman keras serta menggunakan narkoba
  4. Istirahat yang cukup
  5. Pengendalian atau management stress
  6. Perilaku atau gaya hidup positif yang lain untuk kesehatan.

 

  1. Perilaku Sakit (illness Behavior)

Perilaku sakit berkaitan dengan tindakan atau kegiatan seseorang yang sakit dan/atau terkena masalah kesehatan pada dirinya atau keluarganya untuk mencari penyembuhan atau untuk mengatasi masalah kesehatan yang lainnya. Tindakan atau perilaku yang muncul antara lain:

  1. Di diamkan saja
  2. Melakukan tindakan dengan melakukan pengobatan sendiri
  3. Mencari penyembuhan keluar yakni ke fasilitas keshatan ( tradisional atau modern)

 

  1. Perilaku peran orang sakit (the sick role behavior)

Dari segi sosiologi, orang yang sedang sakit mempunyai peran (roles) yang mencakup hak-haknya (rights), dan kewajiban sebagai orang sakit(obligation).

Menurut Becker, hak dan kewajiban orang sakit adalah merupakan perilaku peran orang sakit. Perilaku peran orang sakit ini antara lain adalah:

  1. Tindakan untuk memperoleh kesembuhan
  2. Tindakan untuk mengenal atau mengetahui fasilitas kesehatan yang tepat untuk memperoleh kesembuhan
  3. Melakukan kewajibannya sebagai pasien antaara lain mematuhi nasihat-nasihat dokter atau perawat untuk mempercepat kesembuhannya
  4. Tidak melakukan sesuatu yang merugikan bagi proses penyembuhannya
  5. Melakukan kewajiban agar tidak kambuh penyakitnya.

 

 

Perilaku kesehatan

  • kegiatan / aktivitas organisme
  • tindakan/aktivitas manusia : berjalan, bicara, menangis, tertawa, belajar, kuliah,dsb
  • kegiatan/aktivitas manusia baik yang dapat diamati langsung dan tidak langsung
  • respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar)

 

Perilaku kesehatan :

Pendidikan / promosi kesehatan / penyuluhan kesehatan => respon seseorang terhadap stimulus / objek yang berkaitan dengan dengan sakit & penyakit, sistem pelayanan kesehatan, gizi dan lingkungan.

 

Perilaku kesehatan:

  • perilaku pemeliharaan kesehatan
  • Perilaku penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan
  • Perilaku kesehatan lingkungan

 

Promosi kesehatan & perilaku

Promosi kesehatan merupakan penunjang bagi program kesehatan lain

Promosi kesehatan merupakan proses peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan yang disertai dengan upaya memfasilitasi perubahan perilaku

Merupakan program kesehatan yang dirancang untuk membawa perbaikan / perubahan dalam individu, masyarakat dan lingkungan

 

Promosi Kesehatan saat ini berkembang menjadi sebuah ilmu tersendiri dalam kesehatan masyarakat. Pemahaman awal penulis tentang Promosi kesehatan sangat sempit, promosi kesehatan selama ini selalu disamakan dengan pendidikan kesehatan, bagaimana melakukan penyuluhan-penyluhan terhadap masyarakat agar mengetahui dan berprilaku sehat, padahal pendidikan kesehatan hanya sebuah bagian kecil dari promosi kesehatan. Keduanya memang memiliki sasaran yang sama yaitu perubahan perilaku untuk peningkatan derajat kesehatan, namun sebenarnya pendidikan kesehatan hanya bertujuan untuk merubah perilaku individu atau kelompok, sedangkan promosi kesehatan bertujuan untuk melakukan perubahan lingkungan dan perilaku dengan berbagai kombinasi strategi agar individu/masyarakat dapat meningkatkan kendali dan memperbaiki status kesehatan mereka. Jadi dapat dikatakan promosi kesehatan bersifat lebih makro dan lebih menyentuh pada sisi advokasi pada level pembuat kebijakan dimana promosi kesehatan berusaha melakukan perubahan pada lingkungan dengan harapan terjadinya perubahan perilaku yang lebih baik. Promosi kesehatan telah masuk kedalam wilayah politik dengan melalui kegiatan advokasi.

 

 

Promosi kesehatan & perilaku

 

Pendidikan / promosi kesehatan + pengetahuan +(sikap)+ perilaku kesehatan

(yaitu perilaku untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan)

Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengembangkan kapasitas jaringan, kuis ( koalisi untuk indonesia sehat) membuka kesempatan bagi mitra lokal yang termasuk jaringan koalisi untuk mengajukan proposal program komunikasi perubahan perilaku untuk meningkatkan kesehatan di wilayah masing-masing. Setelah melalui proses seleksi, dari 60 proposal yang diajukan terpilih 15 program untuk didanai melalui skema small grant dari usaid.

 

Ke- 15 program komunikasi yang terpilih berkaitan dengan penanggulangan penyakit menular, kesehatan reproduksi, serta sanitasi dan kesehatan lingkungan, sebagai berikut:

• program penanggulangan penyakit tbc diusulkan di kabupaten bima, kabupaten bulukumba, kabupaten bandung, kota mataram, jakarta dan nias. Dalam program ini mitra kuis melaksanakan kegiatan penjangkauan dan pemeriksaan suspect, pelatihan kader, serta pendampingan pasien dalam menjalani pengobatan. Melalui kerjasama ini, sedikitnya ditemukan 210 kasus tbc baru setelah dilakukan penyuluhan, penjangkauan dan pemeriksaan terhadap suspect diberbagai daerah. Sebagian besar dari mereka masih menjalani pengobatan dengan dots dan didampingi oleh para pmo (pengawas minum obat) terlatih.

 

• program peningkatan kesehatan reproduksi di propinsi sumatera utara, terutama di kabupaten langkat, kabupaten deli serdang, dan kota medan. Kini, di kabupaten langkat sudah terbentuk jaringan kesehatan keluarga yang memiliki 887 anggota. Mereka telah dilatih dan terus didampingi oleh para relawan dari koalisi lokal untuk melaksanakan perannya sebagai kader.

 

• program sanitasi dam kesehatan lingkungan di kabupaten dairi (sumatera utara) dan kota mataram (nusa tenggara barat). Program ini berhasil mendorong masyarakat dairi untuk melaksanakan gotong-royong dan mengumpulkan iuran untuk membuat alat penyaringan air, sumur dan septic tank. Sedangkan di kota mataram, kini telah terbentuk kelompok kerja untuk perbaikan kondisi kesehatan lingkungan di tiga desa.

Selain itu ada pula program promosi kesehatan di tempat kerja yang berhasil (successful health promotion programmes at work)

Sekitar bulan juni 1992, heirich, erfurt dan foote secara rinci mempublikasikan dimensi program promosi kesehatan di tempat kerja. Dari penelitian terbaru yang mereka lakukan, tercatat 10 faktor yang menjadi pedoman dari program promosi kesehatan di tempat kerja:

  • penetapan kebijakan promosi kesehatan yang konstruktif
  • melakukan screening kesehatan ? Menentukan risiko kesehatan
  • penetapan hubungan kerja dengan sumber daya yang sama
  • merujuk pekerja untuk pengobatan lebih lanjut dan peningkatan intervensi kesehatan
  • pemberian intervensi untuk peningkatan kesehatan ? Dengan menggunakan suatu pendekatan  bertahap
  • konseling ? Dilakukan secara reguler dan terus-menerus
  • pengorganisasian masalah kesehatan kerja
  • mengadakan konsultasi atas sistem dan kebijakan di tempat kerja ? Perubahan secara organisasi
  • penilaian proses program secara terus-menerus dan upaya mengurangi risiko kesehatan pekerja
  • penilaian secara berkala yang didasarkan pada kinerja program.
  • mereka juga memberikan pendapat, ada sekitar 7 (tujuh) kegiatan yang mesti dilakukan dalam sebuah wellness program yang menyeluruh yakni ;
  • pendidikan dan pengetahuan mengenai tekanan darah
  • pengurangan kolesterol
  • kontrol berat badan
  • gizi secara umum
  • penghentian merokok
  • kebugaran fisik dan latihan teratur
  • manajemen stress

 

Terbukti perilaku sehat pekerja yang meningkat dan terus-menerus terpelihara dengan menerapkan ke-7 (tujuh) kegiatan di atas. Sebuah study yang dilakukan di usa menunjukkan bahwa keuntungan maksimum dapat diperoleh dalam penerapan program promosi kesehatan di tempat kerja, bila setiap pekerja diberikan konseling dan tindak lanjut.

 

Pada kesempatan ini kami ingin menjelaskan perubahan perilaku setelah dilakukan promosi kesehatan pada bayi agar dapat menurunkan angka kematian bayi (neonatal) yang berdasarkan survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002/2003, angka kematian bayi (AKB) :

  • Dalam Pemberian ASI

Diharapkan dalam promosi kesehatan pada bayi ini ibu yakin bahwa bayi memperoleh makanan yang mencukupi dari payudara ibunya. Dan ibu mampu menyusui bayinya sendiri.Selain itu agar ibu mampu memberikan makanan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan bayi karena ASI mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi dan memiliki zat pelindung terhadap penyakit

Berikut Manfaat Asi bagi bayi:

* ASI mengandung zat gizi yang bernilai sangat tinggi, baik dalam jumlah maupun mutu yang diperlukan untuk pertumbuhan serta perkembangan bayi dan anak

* ASI mudah dicerna dan diserap

* ASI mempunyai suhu yang sesuai untuk bayi dan anak serta selalu bersih dan segar

* ASI dapat langsung diminum setiap saat bayi membutuhkan

* ASI tidak akan menyebabkan sembelit ( susah buang air besar)

* Terjalin hubungaAsi n batin yang kuat dengan ibunya

* Mengisap ASI dapat membantu pertumbuhan gigi dan bentuk rahang bayi secara sempurna

Setelah diberikan promosi kesehatan mengenai pentingnya ASI,diharapkan :

– Ibu tahu tentang ASI eksklusif

– Ibu tahu tentang tujuan dan manfaat ASI eksklusif.

– Ibu tahu keunggulan dari pemberian ASI eksklusif .

– Ibu tahu cara menyusui yang baik dan benar.

 

  • Pemberian  vaksinasi

Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya.

Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. Beberapa penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B, campak, polio, difteri, tetanus, batuk rejan, gondongan, cacar air, tbc, dan lain sebagainya.

 

 

  • Perawatan tali pusat

Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 1994 angka kematian bayi sebesar 40/1000 kelahiran hidup, angka kematian bayi yang disebabkan infeksi pada tali pusat di rumah sakit besar di Indonesia sebesar 80%.

Pengertian Perawatan tali pusat

Perawatan tali pusat adalah melakukan pengobatan dan peningkatan tali pusat yang menyebabkan pemisahan fisik ibu dengan bayi. Dan kemudian tali pusat dirawat dalam keadaan steril, bersih dan terhindar dari infeksi tali pusat.

Perawatan tali pusat yang baik dan benar akan menimbulkan dampak positif yaitu tali pusat akan pupus pada hari ke-5 dan hari ke-7 tanpa ada kompilkasi, sedangkan dampak negatif dari perawatan tali pusat yang tidak benar adalah bayi akan mengalami penyakit Tetanus Neonaturum dan dapat mengakibatkan kematian.

Tujuan perawatan tali pusat adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tetanus pada bayi baru lahir penyakit ini disebabkan karena masuknya spora kuman tetanus kedalam tubuh melalui tali pusat, baik dari alat steril, pemakaian obat-obatan, bubuk atau daun-daunan yang ditaburkan ke tali pusat sehingga dapat mengakibatkan infeksi (Depkes RI, 2005).

Disusun oleh : Rahma Windy Hapsari

S.08.370

Mahasiswi Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin

Diajukan sebagai tugas mata kuliah promosi kesehatan

 

2 thoughts on “PERUBAHAN PERILAKU SETELAH PROMOSI KESEHATAN PADA BAYI

  1. Pengertian perubahan itu apa ya?? cara mengatasi? saya sedang belajar mata kuliah konkeb ttg perubahan, buku sumbernya enaknya apa ya????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s